Tuesday, 12 June 2018

PILIHLAH SAHABATMU, NAMUN BERTEMANLAH DENGAN SIAPA SAJA!

To choose our own friends wisely in order to let us learn from our Prophet Muhammad SAW. He taught us that we are on the religion of our friends. We are on this life style of our friends. And I think that this advice the Prophet Muhammad SAW gave us is so put in our times because many of us choose our friends like we choose you know basically cereal at the grocery store with really not much choice just whatever looks appealing at the time. But imagine that you know the person who wants to get married when you're looking for the right wife or husband, you are going to start inquiring about this person's background, you want to know their family, religion, wealth, everything about them. And this person who you know you're gonna be spending the rest of your life with. To be honest,  it's really important to start choosing friends like we choose our spouses, especially for this zaman. Your friend should be A or A+ only, not in academic matters only but this one is highlighting the matter of religion you know because if you're with somebody who is not going to make you a better person or remind you about akhirah. Than that person unfortunately is not a friend you should be taking or be with, it's not because we want to avoid them only but we need to really look at the meaning of itself. Avoiding them is to fear Allah only. We need to learn to have friends who don't wanna just be friends in this dunya, but they want to be your next doors neighbors in Jannatul Firdaus. When I started to learn about this, I feel so grateful that Islam adalah agama yang sangat indah, bahkan hal-hal kecil seperti ini sangat diperhatikan karena dengan siapa kita berteman, kita dapat berkaca sendiri tentang siapa diri kita. Even choosing friends, it gives us benefit not only in this dunya but in the hereafter. Anyway, I hope it doesn't sounds like we are very choosy or like being so arrogant or whatever but I believe in His rules. We had to cut a lot people off and we really have to sometimes to figure out what is our priority? Start to ask yourself! Is it your life is only to enjoy this life? Why Allah created you? Why are you on this earth? How long you are you gonna be here for? And you could have time to mess around with people who don't have your priority in mind. And make sure the people you're surrounding yourselves are people who are going to remind you of Allah SWT in good times and bad times. And those people will help you to get ready for the next life, akhirah. Ultimately, these people who you're with are going to shape your character as a muslim and your identity. 

Let us tadabbur Surah Al An'am verse 70;

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

Leave alone those to whom their religion is no more than a useless plaything and who are deceived by the lure of the worldly life. Remind them of Our revelation so that a soul will not bring about its own destruction because of its deeds. No one besides God will be its guardian or intercessor, nor will any kind of ransom be accepted from it. Those who have entangled themselves in their evil deeds will drink boiling water and live in painful torment for their hiding the Truth. 

Wednesday, 21 March 2018

''THE LIGHT OF ISLAM'' WITH YUSUF ESTES

Di penghujung hari. Di saat matahari terbenam. Hari berganti. Di permulaan hari ini, adzan maghrib berkumandang. Tibalah saatnya yang ditunggu, saya tinggalkan putri kecil saya di rumah dan bergegas pergi ke Balai Sudirman. Untuk apa? Semata untuk mengobati rindu semasa kuliah dulu, when I was studying FAR AWAY FROM HOME I used to join the talks with some of my best friends in Kuala Lumpur. Alhamdulillah during my studies, sudah bertemu langsung dengan Nouman Ali Khan di PWTC dan juga Yasmin Mogahed. Kesempatan kali ini pastinya tidak mau saya lewatkan setelah tahun 2017 lalu berjumpa langsung dengan dr. Zakir Naik, kini saatnya bertemu salah satu Muslim preacher favorit saya! By the way.. Selain bernostalgia akan masa-masa itu, saya rasa ini adalah cara yang paling baik untuk menyembuhkan luka, mengobati rindu, dan setidak-tidaknya re-charge iman kita kembali. Di saat ini pula saya sedang mencoba untuk kembali mengumpulkan mood saya untuk menulis dikarenakan belakangan ini sangat sulit untuk menemukan waktu yang tepat untuk menulis dengan penuh konsentrasi. Maklum sudah punya tanggung jawab menemani hari-hari Zahira di rumah.

Tidak berpanjang lebar. Perasaan penuh haru dan suka cita adalah gambaran hati yang paling tepat atas pertemuan yang Allah berikan pada hari ini. Suatu kegiatan yang selalu saya rindukan, datang ke talk (dulu sama kak Dinda, Yang dan kembarannya, dan teman-teman yang lainnya, may Allah have mercy on you girls!) sekarang benar-benar meninggalkan bekas yang sangat mengesankan di hati saya karena bukan hanya sekedar re-change iman, bukan sekedar mengobati penyakit hati, namun silaturahim kita dengan saudara kita Syeikh Yusuf Estes dari Texas nan jauh disana dan tentunya dengan sesama Muslim dan Muslimah lainnya. Banyak sekali pelajaran yang kami dapatkan hari ini. Ceramah singkat yang beliau sampaikan dengan keterbatasan suara beliau, katanya, ‘’MY VOICE IS WEAK FOR TONIGHT, BUT MY LOVE FOR YOU IS NEVER WEAK!’’ Meleleh ga sih guys? Jazakallah khair atas ilmunya Syeikh! You’re the one whom I admire the most setelah hampir 4 tahun menemani waktu luang saya dengan nonton channel beliau. Semoga kita semua istiqomah dan bisa membuktikan cinta kita kepada Rasulullah Saw. dengan bukti NYATA! Beliau berpesan banyak hal, namun ada beberapa pesan yang saya ingat dan memang menjadi sesuatu yang sangat meninggalkan bekas di hati saya (rada baper gara-gara pas banget ngejawab segala keluh kesah belakangan ini) maaf ya guys malam-malam curcol deh emak yang satu ini hehehe.. Anyway, these are some of his words that made my day!

1. Be the people of hikmah. Even if people hurt you! Cause there is something above knowledge in Islam. Ketika kita menyampaikan cahaya kepada manusia yang masih berada dalam kegelapan, situasi ini pasti ada kalanya terjadi. Namun betapa pun manusia mencoba memadamkan cahaya Allah, Islam akan terus memancarkan cahaya nya. Jadilah seperti Rasulullah SAW yang senantiasa tersenyum sekalipun manusia menyakitinya!

2. Do not die except in Islam! Manusia harus punya sifat raja’ dan khauf ketika mengingat Syurga dan Neraka. Remember, Allah will punish orang-orang yang menjauhi cahaya nya dan punishment nya itu syadidul ‘iqoob!

3. Definisi Islamophobia menurut Syeikh Yusuf Estes adalah perasaan takut terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Islam that comes UNNATURALLY. Ya semacam dibuat-dibuat gitu deh. Jadi penyebabnya adalah kejahilan manusia akan cahaya Allah. Dan solusi dari penyakit tersebut, sibukkan diri kita dengan membaca Qur’an, belajar hadis, perdalam pemahaman tentang ilmu tafseer, kerjakan amal-amal shalih, perbanyak ibadah. Walaupun kenyataannya kita harus seperti beliau yang tidur 2 atau 3 jam per hari! Whoa! Semangat guys!

4. Hidup kita itu cuma buang-buang waktu saja! Kalau kata beliau, ‘’YOU’RE JUST WASTING YOUR TIME WHEN YOU DON’T DO SOMETHING FOR ISLAM! AND WHEN YOU DON’T RAISE THE LIGHT OF ISLAM! Jadi, warnai hidup kita dengan konstribusi besar kita untuk ISLAM!

5. Beliau pesan, jadilah ummat yang terbaik! Dengan mengimplementasikan ayat 110 dari surat Ali Imran! Bukan sekedar menyeru manusia kepada kebaikan dan menjauhi mereka dari kemungkaran namun ilustrasi ini harus membawa kita untuk mengajak manusia untuk mendekat kepada cahaya Allah dengan syahadatain, dan memastikan manusia agar tidak menjauhi cahaya Allah yaitu  ''syahadatain'' dan menghindarkan manusia dari kegelapan. 

Begitulah beberapa pesan yang beliau sampaikan. Sejujurnya banyak sekali pelajaran hari ini namun yang saya tulis adalah yang paling membekas di hati saya dan juga semoga bermanfaat untuk kita semua. Semoga Allah selalu mengizinkan kita menjadi cahaya untuk orang lain agar orang lain melihat keindahan Islam dari dalam diri kita. Pesan beliau, ‘’RAISE THE LIGHT OF ISLAM!’’ berarti kita pun harus menjadi bagian dari cahaya Islam dan menjadi ummat terbaik. Semoga Allah pertemukan kita semua kembali di Surga Firdaus dan tentunya BI GHAIRI HISAB! Amiiiiin :)


Anyway, kalau ada yang tinggal atau berkunjung ke Ohio sekarang sudah ada ''Coffee Da'wah Centre'' yang beliau dan rekan-rekan beliau bikin loh! Ada rahasia plus cerita dibalik ini semua, mengapa kohwah or coffee? Nah! Yang tau ini yaaaa sudah pasti yang tadi ikut ceramah beliau! Mau tau rahasia nya? Dateng aja deh kesana hehehe.. Mudah-mudahan ada rezeki ya guys!


With love, 
Fatmah Ayudhia Amani
22 Maret 2018



x

Sunday, 22 November 2015

Pesan singkat dari sang dosen pagi ini..


ضعف المسلمين لضعف تمسكهم بالدين

وضعف تمسكهم بالدين لضعف علاقتهم بالقرآن والحديث وضعف علاقتهم بهما لضعف اللغة العربية لديهم. فهم أعداء الإسلام هذه الحقيقة ولم يفهم المسلمون. فلذا قاموا هؤلاء الأعداء بإبعاد المسلمين عن اللغة العربية. فنجد كثيرا من المسلمين لا يفهمون معنى لا إله إلا الله ولا يتأثرون بالقرآن ولا صلاتهم.

 فالتوحيد الحقيقي هو..

توحيد الله في العبادة
توحيد الرسول في المتابعة
توحيد لسان المسلمين في العربية

هيا بنا إلى العربية تعلما وتعليما!

Thursday, 24 September 2015

Convocation Ceremony 2015


Today is the day. I just realise that it does not mark the end of one's journey of knowledge acquisition. In fact it is the day for me to share my gratitude to those who have encouraged and grounded me throughout the years. Parents, families, my lovely husband, and my first child (the baby is still on my belly...), so I take this moment to thank you! As what our beloved Prophet Muhammad PBUH says, "Seeking of knowledge is an obligation upon every Muslim, be it a man or a woman." It is the point that seeking knowledge is the long-life journey of a Muslim. Today is our last day as our achievements, personal efforts and sacrifices thus far, but we have more challenges as we prepare for our future, as we move into tomorrow. Here I am, so instead of sharing my college ceremony, I want to thank Allah for His blessings, ALHAMDULILLAH!

Anyways, I would also like to express my joy to my friends who always be there for me in good times and bad times as I was living far away from home. They always make me smile. Especially they came away to entertain me everytime I miss my home. Thank you for letting me to taste your foods (I am so in love with Malaysian foods), thank you for inviting me to visit your families, thank you for accompanying me to travel Malaysia, thank you for the love as we are brothers and sisters in Islam, and thank you for everything. Dear friends, be a humble person in sharing your knowledge with others. This is also the mark of an educated person as what our CEO told us during the ceremony. Finally, congratulations for successfully completing our studies and I hope we could see each other soon. Don't forget to invite me on your weddings lol. 
May Allah bless you in your future undertakings. 

To the proud lecturers, thank you for the great support and thank you for the knowledge and the memories that we had in the classes. Special thank to Madam Sharifah, Miss Nurul Hidayah, Madam Siti Hajar, Miss Sara, Madam Najiha Akeb Urai, and to all my lectures, I wholeheartedly appreciate everything you've done for me, your knowledge, guidance and support has been amazing! 
I can't thank you enough!






Cultural Activity Centre (CAC)
International Islamic University Malaysia

12th September 2015
28 Zulkaedah 1436 H

Wednesday, 27 May 2015

The Funeral (Jenazah) Management Course

Welcome to SMP Gratis Ibu Pertiwi









I will invite you to see how our school looks like, there you go!










Tuesday, 26 May 2015

BINA UKHUWAH ISLAMIYAH DENGAN AKHLAQ DAN CINTA

Insya Allah akan saya usahakan blog ini juga untuk tempat berbagi ilmu yang saya dapatkan dari para asatidzah (jamak taksir lil 'aqil dari kata ustadz dalam bahasa Arab) dan juga dari para saudara-saudara seiman. Pembahasan kali ini berkenaan dengan iman seseorang yang beriman kepada Allah. Salah satu dampak seseorang yang mempunyai iman adalah dia akan peduli terhadap muslim yang lain. Tidak ada ukhuwah tanpa iman, dan sebaliknya tidak ada iman tanpa ukhuwah. Seperti yang dibahas sebelumnya tentang dua orang yang mencintai karena Allah akan diberikan syafaat di akhirat kelak. Namun kali ini lebih dari pada suatu hubungan yang sempit, ini merupakan ukhuwah islamiyah yang dikatakan setiap muslim itu bersaudara. Dan juga dikatakan bahwa tidak sempurna iman seseorang apabila dia tidak mencintai saudaranya seiman seperti dia mencintai dirinya sendiri. Let us refer to Surah Al Hujurat verse 13..
Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ 

Yang artinya yaitu , "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ".

Melalui ayat ini Allah SWT memberitahukan kepada kita semua bahwa..

1.  Orang yang paling mulia disi-Nya adalah orang yang bertaqwa ;
2. Dia telah menciptakan manusia awalnya dari seorang lelaki dan seorang perempuan.;
3. Dari kedua jenis manusia tersebut kemudian Dia ciptakan semakin banyak manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku ;
4. Tujuan dibuat berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling tolong menolong, saling membantu, saling menghormati dan saling menghargai, serta saling berkasih sayang diantara mereka, layaknya berkasih sayang terhadap dirinya sendiri.

Begitulah fondasi ukhuwah adalah iman. Tidak berukhuwah tanpa landasan iman. Karena ukhuwah yang berlandaskan iman sangat mudah untuk mencintai, mengasihi, dan saling mempedulikan satu sama lain. Hal ini dilandaskan dengan beberapa kisah di zaman Rasulullah SAW, ketika beliau mempersaudarakan antara individu dengan individu yaitu kaum Muhajirin dan Anshar. Selanjutnya kisah Abdurahman Bin Auf yang baru berkenalan dengan seorang sahabat sesama muslim yang beliau ditawarkan oleh saudagar yang sangat kaya yang memberinya separuh hartanya dan istri yang paling ia cintai. Mungkin sulit kita jumpai manusia zaman sekarang yang menghalalkan harta nya tanpa berfikir panjang dikarenakan semua muslim adalah bersaudara. Di zaman Rasulullah SAW banyak kisah-kisah yang dapat kita pelajari yang berkaitan dengan ukhuwah islamiyah itu sendiri. Jazakillah kepada ustadzah Rini yang telah menginspirasi kami untuk memperhatikan permasalahan ini yang mungkin banyak dari kami yang sering lupa bahwa penting bagi kita semua untuk re-check our iman, dan mengingatkan kami untuk selalu membaca sirah agar kita dapat mengambil contoh yang sudah pernah terjadi di zaman Rasul kita, Nabi Muhammad SAW. Sungguh mengagumkan Rasulullah SAW berdakwah dan menanamkan tauhid keimanan di Makkah selama 13 tahun dan 10 tahun di Madinah. Karena sesungguhnya akar ukhuwah adalah iman. Rapuhnya ukhuwah karena di zaman sekarang kita sering lupa mengajarkan iman, tauhid, dan aqidah yang kokoh kepada anak didik kita yang justru ini adalah hal yang mendasar yang setiap kita harus hujam sedalam-dalamnya di dalam hati kita. Iman sekali maknanya tidak sesempit dengan kata-kata 'PERCAYA' saja bahkan lebih dari pada itu. Banyak salah faham tentang iman di dunia sekarang, padahal di dalam hadith makna iman itu sendiri luas dan ada 3 aspek yaitu membenarkan di dalam Qalb, ikrar bil lisan, dan mengamalkannya. Kalau hanya memaknai iman dengan percaya saja, banyak manusia yang bermaksiat yang mengaku-ngaku bahwa "yang penting gue beriman...." Naudzubillahimindzalik. Bahkan di zaman Rasulullah SAW ada Abdullah Bin Ubay yang termasuk golongan orang-orang munafik yang kerjaannya adalah memecah belah umat Islam pada zaman itu. Contoh lain dikatakan iman ada 3 aspek jika 3 aspek itu tidak dipenuhi maka belum lengkap keimanan seseorang, layaknya Abu Jahal dan Fir'aun hanya mengimani di dalam hati namun mereka sombong dan ingkar terhadap Allah SWT, dan Allah SWT tidak akan menerima taubat mereka bahkan sudah kita semua ketahui Fir'aun sempat bertaubat namun taubatnya sudah dikerongkongan sehingga Allah tidak mengampuninya. Iman itu sendiri harus dibangun dari pribadi masing-masing dengan kokoh sehingga sangat mudah untuk seseorang membina ukhuwah islamiyah dan peduli terhadap orang lain. Seperti yang semua kita ketahui begitu indahnya Islam mengajarkan kita bahwa serendah-rendahya iman adalah ketika suci dan bersihya hati kita untuk berhusnudzon dengan saudara kita dan setinggi-tinggi iman adalah itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya). Subhanallah, bagaimana bisa orang kafir-kafir mengatakan Islam adalah teroris? Hal kecil seperti ini saja kami diajarkan dengan luar biasa? Tidak ada di dalam agama lain mengajarkan hal ini! *sigh........ Kemudian, orang yang tidak bisa berukhuwah dia harus dipertanyakan keimanannya. Dan buah dari ketaqwaan kepada Allah adalah ukhuwah islamiyah, yang bisa kita fahami tafsir dari Surat Al Fath (48:29). Lawan keimanan adalah kekufuran, oleh karena itu kita harus berhati-hati dengan adanya hantu-hantu seperti Abdullah Bin Ubay yang ada di zaman sekarang yang selalu mengajak orang untuk anti ukhuwah dan memecah belah persaudaraan Islam. Semoga kita dilindungi oleh keimanannya dan terus berharap agar selalu istiqamah dalam keimanan kepada Allah SWT karena persahabatan bisa hancur jika tidak dilandasi oleh ketaqwaan kepada Allah SWT. Maka terbarkanlah salam dan sapalah orang-orang yang kita jumpai, jangan sibuk mempersholeh pribadi tapi sibuklah menebar kebaikan kepada manusia yang lain tanpa memandang status mereka yang belum sempurna memahami Islam atau mereka bukan dari golongan kita atau distractions yang lain. Sayangilah sesama karena Allah maha pengasih lagi maha penyayang.

Tips untuk memperkuat persabatan diantara kita...
1. Ta'aruf (saling mengenal)
2. Tafahum (saling memahami)
3. Ta'awun (saling menolong)


With love,
Fatmah Ayudhia Amani
27/5/2015

Wednesday, 2 April 2014

She will be a mother..

Pertemuan yang tidak disengaja itu ketika pasangan suami istri ini sedang menikmati makan siang di KL Sentral. Adam dan Dinda. Dinda adalah sahabat berbagi suka dan duka dalam perjalanan mengejar cintaNya. Dinda menginspirasi  untuk tetap melangkah dalam keadaan yang tidak mungkin seorang diri untuk melangkah ketika menengok ke belakang. Dia adalah Rayinda Ramadhani. 

Fatmah : 
"Udah berapa bulan? Soalnya pas lagi ngobrol sama guruku aku bilangnya kakak udah 5 bulan secara terakhir aku chat sama kakak waktu itu kalau ga salah 4 bulan yang lalu."

(Sambil ngantri pesen makan dan pandanganku antara melihat perutnya yang semakin besar dan gerak bibirnya yang selalu asik kalo ngomong)

Dinda : 
"Alhamdulillah, udah 3 bulan dan suka ngidam yang menurut aku makanannya kadang 4 sehat 5 sempurna kadang random aja sesuai maunya aku."

Fatmah :
"Semoga sehat selalu ya bayinya sama ibunya. Jangan lupa makan asupannya yang bergizi supaya anaknya sehat."

(Langsung keinget pelajaran Special Needs yang pernah ngomongin tentang pentingnya makanan yang sehat untuk bayi dan ibu, padahal mah sok tau aja pengalaman pribadi belom pernah)

Adam :
"Insya Allah we will send you the picture on August or September."

(For your information, Adam is Indian. He is still learning Bahasa Indonesia)

Fatmah : 
"Maunya perempuan atau laki-laki?"

Adam : 
"I don't know but I'm happy so far alhamdulillah."

Dinda : 
"Sampai ketemu lagi ya, kita mau pindahan dulu nih."

(Sambil mengarah ke stasiun yang dituju dan membawa koper)

Fatmah : 
"Insya Allah. Doain aku juga ya.."

Tidak pernah terbayang, setelah sekian lama. Saya mengamati metamorfosa kehidupan sahabat saya ini. Dari perjuangan nyelesain s2, pencarian cinta, kehidupan rumah tangga lain warga negara, dan sampai saat ini yang bisa saya ungkapkan hanyalah bahagia melihatnya yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Walaupun mempunyai kehidupan yang baru, Dinda memang tidak mungkin menghabiskan waktu dengan saya seperti sebelum menikah. Terbesit dalam hati, saya ingin menjadi sepertinya kelak. I'm happy for you, Dinda.