Thursday, 14 June 2018

YAKIN MASIH MAU PACARAN...?!

Ramadhan 2018 menjadi puncak bagi saya untuk mencatat sedikit dari sebuah fenomena yang selalu terjadi di sekitar kita. Saya akan memulainya dengan sebuah pepatah yang sering kita dengar, "Poor is he who leaves ramadhan, the way he was before.’’ Padahal, Ramadhan adalah ajang untuk kita berubah dengan hilangnya perbuatan maksiat di dalam diri kita hingga kita diampuni Allah SWT dan kembali dalam keadaan fitrah. Dulu ada seorang sahabat punya kebiasaan yang patut kita contoh. Ketika Ramadhan tiba, beliau bertekad menghilangkan minimal 1 sifat buruknya dikarenakan Ramadhan menjadi momentum untuk beliau melatih diri menghilangkan sifat buruknya itu dengan mengkontrol hawa nafsu; contohnya, Ramadhan tahun ini hilang sifat pemarah nya, tahun depan hilang sifat takabbur nya, dan sifat buruk lainnya. Semoga Ramadhan tahun ini tidak kita sia-siakan begitu saja.

Kembali pada pembahasan kita, ada satu fenomena di masyarakat kita yang sering kali orang bilang ‘gapapa’ atau ‘wajar’ atau ‘sah-sah saja’ padahal Allah tidak sama sekali ridho terhadap perbuatan tersebut yaitu pacaran. Pacaran itu haram. Sama hal nya ketika Allah mengharamkan khamr lalu apakah kita masih mau beralasan bahwa gapapa deh makan kue yang ada sedikit rum nya, kan yang penting tidak memabukkan? Well, tidak ada toleransi sedikitpun dalam agama kita ketika berbicara halal berarti boleh dikerjakan dan haram ya pastinya wajib untuk ditinggalkan. Di dalam Islam, yang namanya hitam dan putih itu jelas dan tidak ada yang abu-abu. Ah, bosen deh denger kata ‘haram’ mulu, yang penting kan happy! Happy kok bikin Allah gak ridho, kalau pacaran itu enak kenapa manusia risih ngeliatin mereka yang pacaran? Ya salah sendiri lah gak suka sama orang pacaran, pacaran enak kok! Gausah sok alim dan sok tau deh lo! Nah, gini nih pernyataan yang sering masuk ke kuping masyarakat. Kali ini saya akan mencoba menuliskan the most common pernyataan manusia zaman now yang punya pacar, entah LDR, atau pacaran jarak dekat, atau para jomblo yang mau nyoba pacaran (jangan ya pleaseeee....), atau mereka yang katanya pacaran buat persiapan ke jenjang pernikahan (supaya kenal dulu...) eeeiittssss....beneran kamu udah kenal banget sama pacarnya?! Jamin gitu?! Ok, let’s begin by saying basmallah together, semoga ada manfaatnya, dan Allah berikan hidayah kepada saya dan kepada siapapun yang membaca tulisan tentang ‘pacaran’ versi saya ini. Bismillah.

1. Pacar saya udah serius, orangtua saya udah saling kenal dan bahkan direstuin kok hubungan kita!

Saudaraku, jangan pernah meng atas namakan sebuah perbuatan dosa dengan atas nama orangtua kita. Sejak baligh, Allah berikan kita kesempatan untuk membedakan mana yang haq dan batil karena Allah tahu kita sudah cukup dewasa. Ingat, setiap individu akan bertanggung jawab atas amal dan dosanya sendiri. Setiap perbuatan dosa yang kita lakukan ketika baligh adalah tanggung jawab kita sendiri. Apakah pantas kita meng atas namakan kedua orangtua yang membesarkan kita dengan susah payah untuk menanggung dosa kita? Please NO! Cintai mereka dengan membantu mereka untuk terhindar dari siksa api neraka karena perbuatan dosa kita. Serius itu tidak cukup orang tua saling kenal, serius itu ketika si cowo meminta izin kepada ayah kita untuk dinikahkan anak putrinya dengan si cowo tersebut bukan malah minta izin buat pacaran. Jika kamu adalah seorang anak perempuan, bukankah yang terbaik bagi kita untuk spend more time with our parents karena once terjadi akad nikah, anak perempuan sudah harus fokus 100% totalitas taat sama orang lain yaitu suaminya sendiri. So, perbanyaklah waktu untuk berbakti kepada orang tua bukan menambah beban orang tua dengan dosa pacaran. Kalau alasannya orang tua mengizinkan, gunakan akal kita sendiri, Allah sudah bilang di dalam Qur’an, taatilah orang tua kecuali dalam kemaksiatan. "Nak, pakai baju warna biru ya..’’ Selama itu baik di mata orang tua dan tidak bertentangan dengan aqidah apalagi membuat Allah ridho maka laksanakanlah! Namun apabila sebaliknya, maka tinggalkanlah! Ingat, pelajari kembali kisah Nabi Ibrahim as yang taat kepada ayahnya dan jangan tanya lagi betapa cintanya Nabi Ibrahim as kepada ‘Azzar’ sang ayah. Beliau selalu mengikuti apapun yang diperintahkan ayahnya kecuali pada saat ayahnya menyuruh beliau untuk menyembah berhala!

2. Pacaran tuh supaya kita kenal dia sebagai calon suami/istri kita, gak mau ah nikah sama orang yang belum dikenal!

Saudaraku, menanggapi pernyataan tersebut, izinkan saya berbagi pengalaman saya pribadi tentang bagaimana proses saya mengenal suami saya. Saya dan suami tidak pernah satu sekolah dari TK sampai kuliah. Kami tidak pernah mengenal satu sama lain sebelumnya, bahkan bertatapan langsung saja tidak pernah! Singkat cerita, ketika suami ingin ta'aruf langsung dengan saya di rumah untuk pertama kalinya bertemu dengan saya, mama, dan papa. Alhamdulillah pada saat itulah mulai ada rasa di dalam diri saya untuk ‘say yes’ kepada suami. Saya gak pacaran sama suami, orang tua yang mencarikan calonnya untuk saya langsung karena jujur saya yang request dari dulu agar soal jodoh saya gamau ribet mikirinnya biarkan orang tua saya yang pilihkan yang terbaik untuk saya. Mengapa? Karena menurut saya, orang tua saya adalah orang yang berhak menasihati saya dan mereka yang paling tahu tentang diri saya baik dari sisi positif sampai keburukan saya sejak lahir, so pastinya mereka tahu betul yang cocok buat anaknya. Tidak ada paksaan tentunya. Mereka tinggal berikan calonnya, saya tinggal bilang yes atau no. Alhamdulillah tidak perlu pilih-pilih, pada calon yang pertama yaitu suami saya sendiri sudah ‘klik’ di hati saya pada first impression (mungkin disebabkan saya sudah lama istikharah agar Allah berikan yang terbaik). Alhamdulillah ‘ala kulli haal ketika proses menuju akad, ada satu hal yang saya tanya kepada diri saya. Orang pacaran kan kenalan dulu, lah saya mau nikah tapi belum tau nih si calon seperti apa perangainya? Saya punya ide, pada saat sebelum akad saya izin datang ke rumah suami saya dan saya request kepada ibunda dari suami saya untuk menceritakan from A to Z dari kisah melahirkan suami saya sampai sekarang sudah S2 dan bekerja. Wallahi, she cried! Dari situlah saya menyimpulkan, gak perlu pacaran, cukup tanya langsung siapa calon kita kepada sang ibunda dari suami kita. Terjawab sudah karakter aslinya, makanan yang dia suka, hobby, dan sampai hal-hal yang ‘secret’ pun saya tahu sebelum akad. Buat saya, ungkapan seorang ibu adalah ungkapan yang patut kita pegang kepercayaannya. Mengapa? Karena jelas dialah yang melahirkan suami kita dan yang paling penting ketika pacaran cuma nunjukkin yang baik-baik nya doang depan pacar, makan sok jaim, kalau dinner dandan secakep mungkin, dan maunya dilihat bagus nya aja. Well, nikah itu harus nerima kurang dan lebih nya suami/istri kita loh! Pacaran itu buang-buang waktu saja dan membuat hambar sebuah pernikahan karena semuanya yang indah dilakukan dalam pernikahan malah pas pacaran udah dinikmati sebelumnya dan haram pula! Gak enak deh pokoknya, udah dosa lah terus apakah bisa jamin dia bakal jadi orang yang bakal jabat tangan sama ayah kita pada saat ijab kabul? Well, siapa yang bisa memastikannya? 

3. Pacarannya gak ngapa-ngapain kok!

Saudaraku, manusia itu bukan malaikat dan bukan pula binatang. Maka, unsur manusia berbeda dengan kedua makhluk yang Allah ciptakan tersebut. Malaikat memang diciptakan untuk 100% taat sama Allah dan tidak memiliki hawa nafsu. Binatang memiliki jasad, hawa nafsu dan otak namun tidak memiliki akal. Nah, manusia terdiri dari tiga unsur; akal, jasad, dan ruh. Jadi sangat jelas bahwa manusia memiliki hawa nafsu yang harus dikontrol dengan baik. Manusia pula adalah hamba Allah yang lemah membutuhkan Allah yang Maha Besar sebagai sumber kekuatan untuk bergerak, bernafas, bekerja, dan lain sebagainya. Bahkan untuk masalah mengkontrol hawa nafsu, kita harus memperbanyak mengingat Allah karena sesungguhnya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang dan stabil. Kita lupa bahwa kita butuh Allah, kalau manusia gak butuh Allah jadilah manusia yang liar, berantakan, dan puncaknya lagi kata Allah di Surat Al A’raaf ayat 179, 

’’.....Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." 

Jadi, kalau gak mau ikut aturan Allah, sama saja seperti.........(isilah titik-titik berikut alias jawab sendiri yaaaa)

Kemudian, Allah jelas melarang berdua-duaan dalam sebuah riwayat hadis,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ باِمْرَأَةٍ إِلاَّكاَنَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

“Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.”

Siapa sih yang bisa jamin pacaran gak ngapa-ngapain? Berdua aja ada setan yang nemenin! Manusia itu lemah loh mudah sekali terpedaya! Ingat ya ada kisah Nabi kita, Adam as yang sudah dikasih tau Allah jangan makan buah khuldi yang akhirnya memakannya kemudian.......nah jawab sendiri ya biar kita sama-sama baca lagi kisah para Nabi. Ini semua terjadi akibat setan yang bermain, jadi jauhi perbuatan dosa pacaran ya guys! Apalagi zaman now, saya gak percaya sih kalau pacaran gak ngapa-ngapain, minimal pegangan tangan pasti pernah lah, maksiat di akhir zaman ini sudah merajalela, so stay away from that! 

4. Gapapa lah kan LDR, gak bakal ngapa-ngapain!

Saudaraku, seberapa jauh pun jarak yang memisahkan dua orang yang sedang pacaran, mau beda negara, beda kota, beda alam?! Tetap saja Allah melarangnya. Ingat, setiap yang Allah larang pasti baik untuk kita karena bisa jadi terdapat bahaya atau mudharat untuk kita. Dan sebaliknya setiap apa yang Allah perintahkan kepada kita, pasti baik dijamin rasa amannya dan ada manfaat yang besar untuk kita. Lagian, zaman now kalau LDR ada sarana video call, lah emangnya itu gak membuat manusia berpeluang untuk berbuat dosa?! Bahkan bisa lebih parah dari itu, sorry to say banyak sekali kasus yang gak perlu saya ceritakan disini ya, banyak sekali remaja berani buka aurat melalui sarana tersebut. Naudzubillahimindzalik. 

5. Kalau emang pacaran itu dosa, kenapa sih suka ‘sweet’ banget liat orang pacaran, apalagi yang nge-like photo atau video orang pacaran di instagram segambreng!

Saudaraku, pernah denger gak ayat Qur’an yang Allah bilang gini, 

فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ

“Tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk).”
(An-Nahl 63)

Jelas banget kan bahwa setan punya trik dalam menggelincirkan manusia?! Jadi pas liat orang pacaran nikmat itu disebabkan setan yang memperindah perbuatan dosa tersebut. Ya Allah lindungilah kami dari mengagumi hal-hal yang Engkau benci, jaga mata kami ya Allah agar kami mencintai perbuatan baik bukan perbuatan yang Engkau gak ridho!

6. Lah terus gimana kalau pacaran yang positif, belajar bareng, diskusi masa depan bareng?

Saudaraku, silahkan lakukan semua hal positif tersebut ketika sudah halal alias menikah. Kita tidak berhak memberikan hati, jiwa, fikiran dan raga kita kepada seseorang yang kita sendiri tidak bisa pastikan apakah dia jodoh kita atau bukan! Ingat, lebih baik lakukan hal positif tersebut dengan teman sesama jenis atau keluarga atau orang tua kita sendiri. Mau kan disayang Allah, maka dahulukan ridhoNya bukan hawa nafsu kita!

7. Tapi gimana dong kalau punya rasa sama dia...?!

Saudaraku, tidak semua perasaan menjadikan alasan bagi kita untuk melanggar aturan Allah. Perasaan kita yang punya siapa coba? Yang menciptakan perasaan kita siapa coba? Ya balikin lagi sama yang pemilik rasa, serahkan rasa itu padaNya semata agar Allah jaga kita dari perbuatan hina dan menghinakan diri kita sendiri. Yes, you are right bahwa cinta itu fitrah, pastikan cinta nya itu adalah cinta yang membuat kita taat sama Allah bukan malah melakukan perbuatan dosa.

8. Ah jangan suudzon deh, kan kita bisa sholat bareng, bukber bareng, ibadah bersama gitu..

Saudaraku, kita hidup untuk siapa sih? Untuk pacar atau untuk Allah? Jelas sekali bahwa Allah yang kasih kita kesempatan untuk hidup. Allah yang menciptakan kita, so Allah yang paling berhak untuk kita patuhi bukan pacar kita! Lagipula kita sering salah mendefinisikan kata ‘ikhlas’ kok, ikhlas itu tidak sederhana. Ikhlas itu melakukan sesuatu hanya mengharap ridhoNya semata!

9. Jadi kenapa sih gak boleh pacaran, dikit aja deh, gak boleh ya?!

Saudaraku, saya suka dengan sebuah kebiasaan bertanya pada diri kita sendiri tentang kelak mau jawab apa kalau Allah adili kita di mahkamah ter adil dan ter dahsyat di akhirat. Ingat, kata Allah semua yang ada dalam diri kita kelak akan diminta pertanggung jawabannya. Pernah gak sih coba tanya diri sendiri, ketika Allah tanya mengapa kamu pacaran? Aku sudah bilang di Qur’an jangan dekati zina, dekati zina aja gak boleh eh malah pacaran seenaknya! Lalu kita menjawab dengan alasan apa? Ya Allah saya gak tahu! Ya Allah saya mau enak pokoknya gamau tau! Lah trus jawaban kayak gitu kira-kira bakal diterima? Please start to ask yourself! Pacaran/zina itu termasuk digolongkan dosa besar, setara dengan syirik, durhaka kepada orangtua, dan dosa besar lainnya. Ingat, kita lemah, pacaran bisa mengakibatkan sebuah kerusakan moral di masyarakat; contohnya bisa hamil diluar nikah, lah akibatnya nasab sang bayi gak jelas, pacaran bikin fitnah masyarakat karena orang akan bingung lah dia berduaan itu pasangan suami-istri atau...?! Jawab sendiri deh...apalagi yang punya mantan segambreng lah emang move on itu gampang?! Sakit woy (kata mereka sih sakit pisan...) apalagi pas nikah bisa jamin lupa sama mantan begitu saja, ah rusak deh, kasian suami/istri kita. Katanya mau dapat yang baik dan shalih! Ya kita harus jadi baik dan shalihah dulu laaaah baru Allah kasih yang sama akhlaqnya! So, pantaskan diri dulu guys!

10. Saya masih kerja, kuliah, bahkan masih sekolah, belum cukup umur, ada solusi?

Saudaraku, sudah tau belum siap nikah kenapa malah mulai pacaran? Mending main basket, aktif di masyarakat, cari hobby yang bikin kita lupa sama soal ‘cinta palsu’, berkumpulah dengan mereka yang shalih dan shalihah supaya iman kita nambah, dan yang paling direkomendasikan oleh Rasulullah SAW kita disuruh puasa kalau belum sanggup nikah karena dengan puasa kita dilatih untuk menahan hawa nafsu. So, puasa yang sering ya..

11. Pacar saya bilang nanti kalau udah kerja bakal nikahin saya, yaaa sekitar 5 tahun lagi..

Saudaraku, jangan mau ditekan kontrak buat sengsara dengan menanti sesuatu yang tidak pasti. Yang pasti itu janji Allah, bahwa...

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. "
(Surat An Nur ayat 26)

12. Pacar saya bakal nikahin saya, kalau udah punya rumah, udah kerja, udah lulus, udah...udah...

Saudaraku, kok kita mudah sekali percaya dengan janji manis manusia sedangkan janji Allah kita ingkari? Ingat ya, ungkapan tersebut menunjukkan betapa tidak punya komitmen yang jelas. Kalau sudah terlanjur pacaran, yaudah putus aja! Doa yang banyak sama Allah, kalau dia jodoh kita nanti juga ada saatnya dipersatukan dalam ikatan yang sah. Jangan mau merendahkan diri kita dengan bersandar pada janji palsu dan gak jelas kayak gitu! Muliakan diri kita dihadapan Allah dan manusia dengan akhlaq yang mulia, bukan dengan perbuatan yang Allah benci!

13. Pacaran itu nikmat, enak, tiap bangun pagi mikirin dia itu sesuatu banget!

Saudaraku, pernah gak sih sekali-kali memikirkan hal yang lebih penting? Zaman now kayaknya gak banget deh mikirin pacar sedangkan saudara/i kita di Palestina berjuang membebaskan Masjidil Aqsa, Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstatinopel di umur yang sangat muda, saudara/i kita di Afrika banyak yang mati kelaparan, Negara Indonesia pun masih punya masa depan yang harus kita perjuangkan dengan belajar sungguh-sungguh agar Indonesia memiliki generasi penerus yang tangguh dan tidak lemah, so masih mau mikirin pacar? Ah gak level deh!

14. Pacaran pokoknya enak. Titik!

Saudaraku, bedakan mana yang cinta hakiki dan hawa nafsu. Lagian enak buat siapa sih? Cowo mah enak nafsu nya tersalurkan dengan sembarangan, tapi cewe nya rugi dunia dan akhirat udah di colek-colek sebelum sah. Jujur, saya pernah dengar langsung ceramah dari dr. Dewi Inong Irana, SpKK dan beliau sekarang sedang menuju program doktoral dengan research tentang LGBT. Beliau mengatakan, hubungan apapun sebelum nikah yang sah secara agama dan Negara, semua itu dilandaskan hawa nafsu. So, gunakan akal kita dengan sebaik-baiknya agar mampu membedakan mana yang cinta asli, mana yang hanya sekedar nafsu manusia belaka!

15. It's my right! Ini masalah hak asasi manusia! Kita bebas melakukan apa saja yang kita mau, ngerti gak lo 'freedom'....?!

Saudaraku, izinkan saya balik bertanya, tubuh kalian itu milik siapa? Hidup kalian itu yang ngasih siapa sih? Kalian bisa berjalan di muka bumi ini berkat siapa sih? Lalu, siapa yang bikin kalian melek tiap pagi? Jawabannya, semua itu atas izin Allah. Nah, ketika tubuh kita saja diciptakan oleh Allah SWT maka tubuh kita milik Allah SWT. Kembalikan hak-hak Allah kepada Allah SWT. Allah yang paling berhak untuk ditaati perintahNya, Allah yang paling berhak untuk disembah, Allah yang paling berhak untuk dicintai oleh seorang hamba, bukan pacar! So, bebas itu bukan berarti melakukan seenaknya yang kita mau. Manusia ada limitnya. Minum obat saja ada takarannya, gak boleh kurang atau lebih, harus sesuai dengan resep dokter. Menggunakan jalan raya saja harus taat lampu lalu lintas, lampu merah tanda untuk berhenti kalau kita langgar gimana coba jadinya?! 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Apalagi manusia yang hidup di dunia yang fana ini, harus ada aturan yang membuat dunia ini berjalan seimbang dan teratur. Aturan Allah yang paling sempurna. Batasan manusia yang telah Allah atur dengan sempurna akan membawa kebaikan pada kita juga.  Yakin deh, Allah yang menciptakan kita berarti Allah yang paling tahu kelemahan, kekurangan, dan kemampuan kita! So, follow His rule :)


Silahkan comment below kalau ada kritik dan saran. Terima kasih. 




With love, 
Fatmah Ayudhia Amani
Lebaran 2018

Tuesday, 12 June 2018

PILIHLAH SAHABATMU, NAMUN BERTEMANLAH DENGAN SIAPA SAJA!

To choose our own friends wisely in order to let us learn from our Prophet Muhammad SAW. He taught us that we are on the religion of our friends. We are on this life style of our friends. And I think that this advice the Prophet Muhammad SAW gave us is so put in our times because many of us choose our friends like we choose you know basically cereal at the grocery store with really not much choice just whatever looks appealing at the time. But imagine that you know the person who wants to get married when you're looking for the right wife or husband, you are going to start inquiring about this person's background, you want to know their family, religion, wealth, everything about them. And this person who you know you're gonna be spending the rest of your life with. To be honest,  it's really important to start choosing friends like we choose our spouses, especially for this zaman. Your friend should be A or A+ only, not in academic matters only but this one is highlighting the matter of religion you know because if you're with somebody who is not going to make you a better person or remind you about akhirah. Than that person unfortunately is not a friend you should be taking or be with, it's not because we want to avoid them only but we need to really look at the meaning of itself. Avoiding them is to fear Allah only. We need to learn to have friends who don't wanna just be friends in this dunya, but they want to be your next doors neighbors in Jannatul Firdaus. When I started to learn about this, I feel so grateful that Islam adalah agama yang sangat indah, bahkan hal-hal kecil seperti ini sangat diperhatikan karena dengan siapa kita berteman, kita dapat berkaca sendiri tentang siapa diri kita. Even choosing friends, it gives us benefit not only in this dunya but in the hereafter. Anyway, I hope it doesn't sounds like we are very choosy or like being so arrogant or whatever but I believe in His rules. We had to cut a lot people off and we really have to sometimes to figure out what is our priority? Start to ask yourself! Is it your life is only to enjoy this life? Why Allah created you? Why are you on this earth? How long you are you gonna be here for? And you could have time to mess around with people who don't have your priority in mind. And make sure the people you're surrounding yourselves are people who are going to remind you of Allah SWT in good times and bad times. And those people will help you to get ready for the next life, akhirah. Ultimately, these people who you're with are going to shape your character as a muslim and your identity. 

Let us tadabbur Surah Al An'am verse 70;

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

Leave alone those to whom their religion is no more than a useless plaything and who are deceived by the lure of the worldly life. Remind them of Our revelation so that a soul will not bring about its own destruction because of its deeds. No one besides God will be its guardian or intercessor, nor will any kind of ransom be accepted from it. Those who have entangled themselves in their evil deeds will drink boiling water and live in painful torment for their hiding the Truth. 

Wednesday, 21 March 2018

''THE LIGHT OF ISLAM'' WITH YUSUF ESTES

Di penghujung hari. Di saat matahari terbenam. Hari berganti. Di permulaan hari ini, adzan maghrib berkumandang. Tibalah saatnya yang ditunggu, saya tinggalkan putri kecil saya di rumah dan bergegas pergi ke Balai Sudirman. Untuk apa? Semata untuk mengobati rindu semasa kuliah dulu, when I was studying FAR AWAY FROM HOME I used to join the talks with some of my best friends in Kuala Lumpur. Alhamdulillah during my studies, sudah bertemu langsung dengan Nouman Ali Khan di PWTC dan juga Yasmin Mogahed. Kesempatan kali ini pastinya tidak mau saya lewatkan setelah tahun 2017 lalu berjumpa langsung dengan dr. Zakir Naik, kini saatnya bertemu salah satu Muslim preacher favorit saya! By the way.. Selain bernostalgia akan masa-masa itu, saya rasa ini adalah cara yang paling baik untuk menyembuhkan luka, mengobati rindu, dan setidak-tidaknya re-charge iman kita kembali. Di saat ini pula saya sedang mencoba untuk kembali mengumpulkan mood saya untuk menulis dikarenakan belakangan ini sangat sulit untuk menemukan waktu yang tepat untuk menulis dengan penuh konsentrasi. Maklum sudah punya tanggung jawab menemani hari-hari Zahira di rumah.

Tidak berpanjang lebar. Perasaan penuh haru dan suka cita adalah gambaran hati yang paling tepat atas pertemuan yang Allah berikan pada hari ini. Suatu kegiatan yang selalu saya rindukan, datang ke talk (dulu sama kak Dinda, Yang dan kembarannya, dan teman-teman yang lainnya, may Allah have mercy on you girls!) sekarang benar-benar meninggalkan bekas yang sangat mengesankan di hati saya karena bukan hanya sekedar re-change iman, bukan sekedar mengobati penyakit hati, namun silaturahim kita dengan saudara kita Syeikh Yusuf Estes dari Texas nan jauh disana dan tentunya dengan sesama Muslim dan Muslimah lainnya. Banyak sekali pelajaran yang kami dapatkan hari ini. Ceramah singkat yang beliau sampaikan dengan keterbatasan suara beliau, katanya, ‘’MY VOICE IS WEAK FOR TONIGHT, BUT MY LOVE FOR YOU IS NEVER WEAK!’’ Meleleh ga sih guys? Jazakallah khair atas ilmunya Syeikh! You’re the one whom I admire the most setelah hampir 4 tahun menemani waktu luang saya dengan nonton channel beliau. Semoga kita semua istiqomah dan bisa membuktikan cinta kita kepada Rasulullah Saw. dengan bukti NYATA! Beliau berpesan banyak hal, namun ada beberapa pesan yang saya ingat dan memang menjadi sesuatu yang sangat meninggalkan bekas di hati saya (rada baper gara-gara pas banget ngejawab segala keluh kesah belakangan ini) maaf ya guys malam-malam curcol deh emak yang satu ini hehehe.. Anyway, these are some of his words that made my day!

1. Be the people of hikmah. Even if people hurt you! Cause there is something above knowledge in Islam. Ketika kita menyampaikan cahaya kepada manusia yang masih berada dalam kegelapan, situasi ini pasti ada kalanya terjadi. Namun betapa pun manusia mencoba memadamkan cahaya Allah, Islam akan terus memancarkan cahaya nya. Jadilah seperti Rasulullah SAW yang senantiasa tersenyum sekalipun manusia menyakitinya!

2. Do not die except in Islam! Manusia harus punya sifat raja’ dan khauf ketika mengingat Syurga dan Neraka. Remember, Allah will punish orang-orang yang menjauhi cahaya nya dan punishment nya itu syadidul ‘iqoob!

3. Definisi Islamophobia menurut Syeikh Yusuf Estes adalah perasaan takut terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Islam that comes UNNATURALLY. Ya semacam dibuat-dibuat gitu deh. Jadi penyebabnya adalah kejahilan manusia akan cahaya Allah. Dan solusi dari penyakit tersebut, sibukkan diri kita dengan membaca Qur’an, belajar hadis, perdalam pemahaman tentang ilmu tafseer, kerjakan amal-amal shalih, perbanyak ibadah. Walaupun kenyataannya kita harus seperti beliau yang tidur 2 atau 3 jam per hari! Whoa! Semangat guys!

4. Hidup kita itu cuma buang-buang waktu saja! Kalau kata beliau, ‘’YOU’RE JUST WASTING YOUR TIME WHEN YOU DON’T DO SOMETHING FOR ISLAM! AND WHEN YOU DON’T RAISE THE LIGHT OF ISLAM! Jadi, warnai hidup kita dengan konstribusi besar kita untuk ISLAM!

5. Beliau pesan, jadilah ummat yang terbaik! Dengan mengimplementasikan ayat 110 dari surat Ali Imran! Bukan sekedar menyeru manusia kepada kebaikan dan menjauhi mereka dari kemungkaran namun ilustrasi ini harus membawa kita untuk mengajak manusia untuk mendekat kepada cahaya Allah dengan syahadatain, dan memastikan manusia agar tidak menjauhi cahaya Allah yaitu  ''syahadatain'' dan menghindarkan manusia dari kegelapan. 

Begitulah beberapa pesan yang beliau sampaikan. Sejujurnya banyak sekali pelajaran hari ini namun yang saya tulis adalah yang paling membekas di hati saya dan juga semoga bermanfaat untuk kita semua. Semoga Allah selalu mengizinkan kita menjadi cahaya untuk orang lain agar orang lain melihat keindahan Islam dari dalam diri kita. Pesan beliau, ‘’RAISE THE LIGHT OF ISLAM!’’ berarti kita pun harus menjadi bagian dari cahaya Islam dan menjadi ummat terbaik. Semoga Allah pertemukan kita semua kembali di Surga Firdaus dan tentunya BI GHAIRI HISAB! Amiiiiin :)


Anyway, kalau ada yang tinggal atau berkunjung ke Ohio sekarang sudah ada ''Coffee Da'wah Centre'' yang beliau dan rekan-rekan beliau bikin loh! Ada rahasia plus cerita dibalik ini semua, mengapa kohwah or coffee? Nah! Yang tau ini yaaaa sudah pasti yang tadi ikut ceramah beliau! Mau tau rahasia nya? Dateng aja deh kesana hehehe.. Mudah-mudahan ada rezeki ya guys!


With love, 
Fatmah Ayudhia Amani
22 Maret 2018



x

Sunday, 22 November 2015

Pesan singkat dari sang dosen pagi ini..


ضعف المسلمين لضعف تمسكهم بالدين

وضعف تمسكهم بالدين لضعف علاقتهم بالقرآن والحديث وضعف علاقتهم بهما لضعف اللغة العربية لديهم. فهم أعداء الإسلام هذه الحقيقة ولم يفهم المسلمون. فلذا قاموا هؤلاء الأعداء بإبعاد المسلمين عن اللغة العربية. فنجد كثيرا من المسلمين لا يفهمون معنى لا إله إلا الله ولا يتأثرون بالقرآن ولا صلاتهم.

 فالتوحيد الحقيقي هو..

توحيد الله في العبادة
توحيد الرسول في المتابعة
توحيد لسان المسلمين في العربية

هيا بنا إلى العربية تعلما وتعليما!

Thursday, 24 September 2015

Convocation Ceremony 2015


Today is the day. I just realise that it does not mark the end of one's journey of knowledge acquisition. In fact it is the day for me to share my gratitude to those who have encouraged and grounded me throughout the years. Parents, families, my lovely husband, and my first child (the baby is still on my belly...), so I take this moment to thank you! As what our beloved Prophet Muhammad PBUH says, "Seeking of knowledge is an obligation upon every Muslim, be it a man or a woman." It is the point that seeking knowledge is the long-life journey of a Muslim. Today is our last day as our achievements, personal efforts and sacrifices thus far, but we have more challenges as we prepare for our future, as we move into tomorrow. Here I am, so instead of sharing my college ceremony, I want to thank Allah for His blessings, ALHAMDULILLAH!

Anyways, I would also like to express my joy to my friends who always be there for me in good times and bad times as I was living far away from home. They always make me smile. Especially they came away to entertain me everytime I miss my home. Thank you for letting me to taste your foods (I am so in love with Malaysian foods), thank you for inviting me to visit your families, thank you for accompanying me to travel Malaysia, thank you for the love as we are brothers and sisters in Islam, and thank you for everything. Dear friends, be a humble person in sharing your knowledge with others. This is also the mark of an educated person as what our CEO told us during the ceremony. Finally, congratulations for successfully completing our studies and I hope we could see each other soon. Don't forget to invite me on your weddings lol. 
May Allah bless you in your future undertakings. 

To the proud lecturers, thank you for the great support and thank you for the knowledge and the memories that we had in the classes. Special thank to Madam Sharifah, Miss Nurul Hidayah, Madam Siti Hajar, Miss Sara, Madam Najiha Akeb Urai, and to all my lectures, I wholeheartedly appreciate everything you've done for me, your knowledge, guidance and support has been amazing! 
I can't thank you enough!






Cultural Activity Centre (CAC)
International Islamic University Malaysia

12th September 2015
28 Zulkaedah 1436 H

Wednesday, 27 May 2015

The Funeral (Jenazah) Management Course

Welcome to SMP Gratis Ibu Pertiwi









I will invite you to see how our school looks like, there you go!










Tuesday, 26 May 2015

BINA UKHUWAH ISLAMIYAH DENGAN AKHLAQ DAN CINTA

Insya Allah akan saya usahakan blog ini juga untuk tempat berbagi ilmu yang saya dapatkan dari para asatidzah (jamak taksir lil 'aqil dari kata ustadz dalam bahasa Arab) dan juga dari para saudara-saudara seiman. Pembahasan kali ini berkenaan dengan iman seseorang yang beriman kepada Allah. Salah satu dampak seseorang yang mempunyai iman adalah dia akan peduli terhadap muslim yang lain. Tidak ada ukhuwah tanpa iman, dan sebaliknya tidak ada iman tanpa ukhuwah. Seperti yang dibahas sebelumnya tentang dua orang yang mencintai karena Allah akan diberikan syafaat di akhirat kelak. Namun kali ini lebih dari pada suatu hubungan yang sempit, ini merupakan ukhuwah islamiyah yang dikatakan setiap muslim itu bersaudara. Dan juga dikatakan bahwa tidak sempurna iman seseorang apabila dia tidak mencintai saudaranya seiman seperti dia mencintai dirinya sendiri. Let us refer to Surah Al Hujurat verse 13..
Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ 

Yang artinya yaitu , "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ".

Melalui ayat ini Allah SWT memberitahukan kepada kita semua bahwa..

1.  Orang yang paling mulia disi-Nya adalah orang yang bertaqwa ;
2. Dia telah menciptakan manusia awalnya dari seorang lelaki dan seorang perempuan.;
3. Dari kedua jenis manusia tersebut kemudian Dia ciptakan semakin banyak manusia menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku ;
4. Tujuan dibuat berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling tolong menolong, saling membantu, saling menghormati dan saling menghargai, serta saling berkasih sayang diantara mereka, layaknya berkasih sayang terhadap dirinya sendiri.

Begitulah fondasi ukhuwah adalah iman. Tidak berukhuwah tanpa landasan iman. Karena ukhuwah yang berlandaskan iman sangat mudah untuk mencintai, mengasihi, dan saling mempedulikan satu sama lain. Hal ini dilandaskan dengan beberapa kisah di zaman Rasulullah SAW, ketika beliau mempersaudarakan antara individu dengan individu yaitu kaum Muhajirin dan Anshar. Selanjutnya kisah Abdurahman Bin Auf yang baru berkenalan dengan seorang sahabat sesama muslim yang beliau ditawarkan oleh saudagar yang sangat kaya yang memberinya separuh hartanya dan istri yang paling ia cintai. Mungkin sulit kita jumpai manusia zaman sekarang yang menghalalkan harta nya tanpa berfikir panjang dikarenakan semua muslim adalah bersaudara. Di zaman Rasulullah SAW banyak kisah-kisah yang dapat kita pelajari yang berkaitan dengan ukhuwah islamiyah itu sendiri. Jazakillah kepada ustadzah Rini yang telah menginspirasi kami untuk memperhatikan permasalahan ini yang mungkin banyak dari kami yang sering lupa bahwa penting bagi kita semua untuk re-check our iman, dan mengingatkan kami untuk selalu membaca sirah agar kita dapat mengambil contoh yang sudah pernah terjadi di zaman Rasul kita, Nabi Muhammad SAW. Sungguh mengagumkan Rasulullah SAW berdakwah dan menanamkan tauhid keimanan di Makkah selama 13 tahun dan 10 tahun di Madinah. Karena sesungguhnya akar ukhuwah adalah iman. Rapuhnya ukhuwah karena di zaman sekarang kita sering lupa mengajarkan iman, tauhid, dan aqidah yang kokoh kepada anak didik kita yang justru ini adalah hal yang mendasar yang setiap kita harus hujam sedalam-dalamnya di dalam hati kita. Iman sekali maknanya tidak sesempit dengan kata-kata 'PERCAYA' saja bahkan lebih dari pada itu. Banyak salah faham tentang iman di dunia sekarang, padahal di dalam hadith makna iman itu sendiri luas dan ada 3 aspek yaitu membenarkan di dalam Qalb, ikrar bil lisan, dan mengamalkannya. Kalau hanya memaknai iman dengan percaya saja, banyak manusia yang bermaksiat yang mengaku-ngaku bahwa "yang penting gue beriman...." Naudzubillahimindzalik. Bahkan di zaman Rasulullah SAW ada Abdullah Bin Ubay yang termasuk golongan orang-orang munafik yang kerjaannya adalah memecah belah umat Islam pada zaman itu. Contoh lain dikatakan iman ada 3 aspek jika 3 aspek itu tidak dipenuhi maka belum lengkap keimanan seseorang, layaknya Abu Jahal dan Fir'aun hanya mengimani di dalam hati namun mereka sombong dan ingkar terhadap Allah SWT, dan Allah SWT tidak akan menerima taubat mereka bahkan sudah kita semua ketahui Fir'aun sempat bertaubat namun taubatnya sudah dikerongkongan sehingga Allah tidak mengampuninya. Iman itu sendiri harus dibangun dari pribadi masing-masing dengan kokoh sehingga sangat mudah untuk seseorang membina ukhuwah islamiyah dan peduli terhadap orang lain. Seperti yang semua kita ketahui begitu indahnya Islam mengajarkan kita bahwa serendah-rendahya iman adalah ketika suci dan bersihya hati kita untuk berhusnudzon dengan saudara kita dan setinggi-tinggi iman adalah itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya). Subhanallah, bagaimana bisa orang kafir-kafir mengatakan Islam adalah teroris? Hal kecil seperti ini saja kami diajarkan dengan luar biasa? Tidak ada di dalam agama lain mengajarkan hal ini! *sigh........ Kemudian, orang yang tidak bisa berukhuwah dia harus dipertanyakan keimanannya. Dan buah dari ketaqwaan kepada Allah adalah ukhuwah islamiyah, yang bisa kita fahami tafsir dari Surat Al Fath (48:29). Lawan keimanan adalah kekufuran, oleh karena itu kita harus berhati-hati dengan adanya hantu-hantu seperti Abdullah Bin Ubay yang ada di zaman sekarang yang selalu mengajak orang untuk anti ukhuwah dan memecah belah persaudaraan Islam. Semoga kita dilindungi oleh keimanannya dan terus berharap agar selalu istiqamah dalam keimanan kepada Allah SWT karena persahabatan bisa hancur jika tidak dilandasi oleh ketaqwaan kepada Allah SWT. Maka terbarkanlah salam dan sapalah orang-orang yang kita jumpai, jangan sibuk mempersholeh pribadi tapi sibuklah menebar kebaikan kepada manusia yang lain tanpa memandang status mereka yang belum sempurna memahami Islam atau mereka bukan dari golongan kita atau distractions yang lain. Sayangilah sesama karena Allah maha pengasih lagi maha penyayang.

Tips untuk memperkuat persabatan diantara kita...
1. Ta'aruf (saling mengenal)
2. Tafahum (saling memahami)
3. Ta'awun (saling menolong)


With love,
Fatmah Ayudhia Amani
27/5/2015